rsudcibabat
layanan

Layanan

BANK DARAH

Unit Transfusi Darah
24 Jam

INFORMASI

HEMODIALISA

Layanan Cuci Darah
(Hemodialisis)

INFORMASI

KEMOTERAPI

Layanan Kemoterapi
(Chemotherapy)

INFORMASI

USG/EEG/EKG

Layanan Radiografi
USG-EEG-EKG

INFORMASI

SANITASI

Instalasi Sanitasi
RSUD Cibabat

INFORMASI

PELAYANAN BPJS

Pendaftaran Poliklinik BPJS, Denda BPJS, Program Rujuk Balik (PRB) BPJS, Update Tanggal Pulang Rawat Inap BPJS

SENIN-SABTU JAM 08:00-14:00
KECUALI
PENDAFTARAN POLIKLINIK BPJS
SENIN-SABTU 07:00-11:00

CALL CENTER BPJS

Lokasi

TELEPON DARURAT
ambulan
AMBULAN RSUD CIBABAT

022-6652025

polisi
POLRES CIMAHI

022-6652095

damkar
PEMADAM KEBAKARAN

022-6658113

bencana
DARURAT BENCANA CIMAHI

022-6654274

prosedur

Prosedur

BPJS Kesehatan

PUSAT INFORMASI

Saluran Resmi Tanya Jawab dan Informasi Seputar Layanan RSUD Cibabat

selengkapnya
Pasien Umum

HAK & KEWAJIBAN

Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter, dan RSUD Cibabat Berdasarkan Undang-undang

selengkapnya
Daftar Tarif

DAFTAR TARIF

Daftar Tarif Pelayanan Kesehatan di RSUD Cibabat Berdasarkan Perda Kota Cimahi

selengkapnya
BPJS Kesehatan

GAWAT DARURAT

Prosedur Pendaftaran Instalasi Gawat Darurat (IGD)

selengkapnya
Pasien Umum

POLIKLINIK

Prosedur Pendaftaran Poliklinik RSUD Cibabat

selengkapnya
BPJS Ketenagakerjaan

RAWAT INAP

Prosedur Pendaftaran Rawat Inap RSUD Cibabat

selengkapnya
Bimbingan Rohani

BIMBINGAN ROHANI

Pelayanan Bimbingan Rohani bagi pasien bersama Warois RSUD Cibabat

selengkapnya
Donor Darah

DONOR DARAH

Prosedur Donor Darah di Unit Transfusi Darah RSUD Cibabat

selengkapnya
Keterangan Sehat

KETERANGAN SEHAT

Prosedur Surat Keterangan Sehat untuk kepentingan administratif

selengkapnya
Praktik Kerja

PRAKTIK KERJA

Prosedur Praktik Kerja Lapangan di RSUD Cibabat bagi pelajar dan mahasiswa

selengkapnya
Studi Banding

STUDI BANDING

Prosedur Studi Banding di RSUD Cibabat bagi instansi dan organisasi

selengkapnya
BPJS Kesehatan

BPJS KESEHATAN

Prosedur Pendaftaran Bagi Pasien Peserta BPJS Kesehatan

selengkapnya
dokter

Dokter & Konsulen



KANDUNGAN DAN KEBIDANAN

ANAK

PENYAKIT DALAM

JANTUNG

SYARAF

BEDAH SYARAF

KULIT DAN KELAMIN

MATA

BEDAH ORTOPEDI

BEDAH UMUM

BEDAH PLASTIK

BEDAH SARAF

BEDAH ONKOLOGI

BEDAH Digestip

ANESTESI

GIGI

BEDAH MULUT

GIGI OTRHODONTI

UROLOGI

THT

DOKTER UMUM, DOTS,MCU

Spesialis Kesehatan Jiwa

PSIKOLOG

REHABILITASI MEDIK

KONSULTASI GIZI

BIMBINGAN ROHANI

publikasi

Publikasi

Sakitku Ibadahku

Buku Saku Motivasi Islami Untuk Pasien Dalam Menjalani Ujian Sakit

Unduh


profil

PROFIL

STATUS RSUD CIBABAT

Pada tanggal 11 Agustus 2009, Walikota Cimahi melalui Surat Keputusan Walikota Cimahi No. 900/Kep.201-019/2009 menetapkan RSUD Cibabat sebagai Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

Sejarah Singkat

Sebelum tahun 1940-an Rumah Sakit Cibabat merupakan kawasan Rumah Dinas tempat tinggal pejabat Belanda di Kabupaten Bandung, dihuni oleh Tn. Rydee yang saat itu menjabat sebagai Kepala Naamloze Vennootschap (NV) Gemeenschappelijk Electriciteitsbedrijf Bandoeng en Omstreken (GEBEO) untuk kota Cimahi, semacam perusahaan umum listrik. Sarana dan prasarana yang ada saat itu terdiri dari bangunan seluas 300 m2 dan lahan seluas 912 m2.

Pada tahun 1943 pada masa pendudukan tentara Jepang di Indonesia atas instruksi komandan tentara Jepang di Cimahi, rumah kediaman Tn. Rydee dialihfungsikan menjadi klinik kesehatan bagi masyarakat dan tentara tahanan perang Belanda. Pengelolaan klinik selanjutnya diserahkan kepada Prof. R. H. Moechamadsyah Sastrawinangoen, DSOG yang sebelumnya membuka klinik di Jl. Kaum Kaler No. 651 Cimahi dari tahun 1940. Pada tahun 1945, bersamaan dengan masa revolusi, klinik kesehatan yang dikelola oleh Prof. R. H. Moechamadsyah Sastrawinangoen, DSOG berfungsi sebagai Markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Balai Pengobatan bagi tahanan perang Belanda serta masyarakat sekitarnya.

Pada tahun 1945-1947 klinik kesehatan berfungsi sebagai pelayanan kesehatan bagi tahanan perang dan masyarakat terus berjalan, namun pada periode tersebut belum didapat informasi yang lengkap sehingga tidak banyak yang dapat diuraikan. Tahun 1947, yang merupakan masa pengungsian, pengelolaan Klinik Kesehatan selanjutnya digantikan oleh dr. Supardan. Sedangkan Prof. R . H. Moechamadsyah Sastrawinangoen, DSOG dipindahtugaskan menjadi Kepala Kesehatan Priangan Timur yang berlokasi di Kota Tasikmalaya. Pada saat itu Klinik Kesehatan dan Markas BKR ditambah fungsinya sebagai Palang Merah Indonesia (PMI). Kepemimpinan dr. Supardan dalam mengelola klinik kesehatan diperkirakan berakhir pada tahun 1949.

Tahun 1949, pemerintahan yang berkuasa pada saat itu meningkatkan status klinik kesehatan menjadi Rumah Sakit Pembantu Cibabat pengelolaannya diserahkan kepada Mayor. dr. Vogelsang. Kedudukan Rumah Sakit Pembantu Cibabat berada di bawah Kantor Kesehatan Kabupaten Bandung. Mayor. dr. Vogelsang diperkirakan mengelola Rumah Sakit Pembantu Cibabat sampai tahun 1950.

Pimpinan

Telah mengalami 12 pergantian pimpinan. Satu di antaranya pernah dipimpin oleh perwira Belanda, Mayor dr. Vogelsang, periode 1949-1950. Dua di antaranya adalah wanita yaitu dr. Nina Sekartina periode 1978-1984 dan dr. Hj. Endang Kesuma Wardani periode 2010-2012. Saat ini pimpinan RSUD Cibabat dijabat oleh dr.Trias Nugrahadi, Sp.KN yang mulai menjabat sejak tahun 2016.

Akreditasi

Pada 31 Desember 2017 mendapat Akreditasi Lulus Tingkat Paripurna Oleh Komite Akteditasi Rumah Sakit No. KARS-SERT/588/XII/2016.



  • Prioritas Pada Kesehatan dan Mutu Pelayanan

    Motto RSUD Cibabat

  • Menjadi Rumah Sakit unggul dalam pelayanan, pendidikan dan penelitian yang professional, Ramah, Agamis, dan mengutamakan kelelamatan pasien.

    Visi RSUD Cibabat

  • Memberikan Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian Berbasis keselamatan Pasien Melalui Peningkatan Kaulitas Sumber Datya Manusia yang Berintegritas Dan Berempati Kepada Pasien Serta Sumber daya lainnya Didukung dengan Sistem terstruktur Dan Transparan Untuk Kepuasan Pemangku Kepentingan(stakeholder)

  • Semboyan 5K

    1. Kesehatan tujuan utama
    2. Kepuasan pelanggan paling utama
    3. Karyawan modal utama
    4. Kerjasama kunci utama
    5. Kreativitas nilai utama